About Me

Foto Saya
99
Melihat, Meraba, Mengecap, Mendengar, Berbicara
Lihat profil lengkapku

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
Senin, 31 Desember 2012

Calon Penghuni Surga

Pada suatu hari tatkala Nabi Muhammad SAW sedang duduk-duduk dan berbincang-bincang bersama para sahabatnya di masjid, tiba-tiba Nabi SAW bersabda, “Sebentar lagi seorang penghuni surga akan datang kemari.”
Mendengar ucapan Rasulullah SAW tersebut, semua pandangan dari para sahabat tertuju pada pintu masjid. Mereka menduga penghuni surga itu tentu seorang yang luar biasa.
Tidak lama kemudian masuklah ke dalam masjid seseorang yang wajahnya masih basah dengan air wudhu, sambil menjinjing alas kaki.Apa gerangan keistimewaan orang itu, sehingga Rasulullah SAW menjamin masuk surga? Anehnya tidak seorang pun dari sahabat Nabi SAW yang mau bertanya, walaupun sebenarnya mereka ingin mengetahui jawabannya.
Keesokan harinya yaitu hari kedua dan ketiga, kejadian seperti diatas berulang kembali. Pada hari kedua dan ketiga Nabi SAW tetap bersabda bahwa orang itu calon penghuni surga.
Abdullah ibnu Umar (sahabat Nabi SAW) penasaran. Beliau ingin melihat langsung apa yang dilakukan oleh calon penghuni surga itu sehari-harinya. Abdullah ibnu Umar mendatangi rumah calon penghuni surga itu, dan beliau minta izin untuk tinggal di rumah orang itu selama tiga hari tiga malam.
Selama tiga hari tiga malam, Abdullah ibnu Umar memerhatikan, mengamati bahkan mengintip apa-apa saja yang diperbuat oleh calon penghuni surga itu. Memang ibadah wajib selalu dikerjakan oleh penghuni surga itu, tetapi ibadah khusus seperti sholat malam dan puasa sunnah tampaknya penghuni surga itu tidak mengerjakannya. Hanya saja kalau ia terbangun dari tidurnya terdengar ia menyebut nama Allah (zikir) di tempat tidurnya, tetapi itu hanya sejenak saja, dan tidurnya pun berlanjut.
Pada siang hari, si penghuni surga itu bekerja dengan tekun. Ia ke pasar, sebagaimana halnya orang lainnya yang pergi ke pasar. "Pasti ada sesuatu yang disembunyikan atau aku tidak sempat melihatnya apa yang dilakukan penghuni surga itu. Aku harus berterus terang kepadanya." Demikian ucapan Abdullah Ibnu Umar dalam hatinya.
"Apakah yang Anda perbuat sehingga Anda mendapat jaminan surga?" tanya Abdullah.
"Apa yang Anda lihat itulah,"jawab penghuni surga.
Dengan kecewa Abdullah ibnu Umar bermaksud kembali saja ke rumahnya, tetapi tiba-tiba tangannya dipegang oleh si penghuni surga seraya berkata, "Apa yang Anda lihat itulah yang saya lakukan, ditambah sedikit lagi yaitu saya tidak pernah merasa iri hati terhadap seseorang yang dianugerahi nikmat oleh Tuhan. Tidak pernah pula saya melakukan penipuan dalam segala kegiatan saya."
Dengan menundukkan kepala Abdullah meninggalkan si penghuni surga sambil berkata,"Rupanya yang demikan itulah yang menjadikan Anda mendapat jaminan surga."

*) Kisah ini disadur dari buku Lentera Hati, karya M. Quraish Shihab.